Jual Beli Saham
JUAL BELI SAHAM DAN VALAS
DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM
Pada Sidang Dewan Hisbah
Di Sumedang, 4 J. Tsaniyah 1421 H
3 September 2000 M
TENTANG
JUAL BELI SAHAM DALAM RANGKA PROFIT TAKING
بسم الله الرحمن الرحيم
DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM (PERSIS) dalam sidangnya pada hari
ahad tanggal 4 Jumadits- Tsaniyah 1421 H/3 September 2000 di
Sumedang, Jawa Barat, setelah: Pada Sidang Dewan Hisbah
Di Sumedang, 4 J. Tsaniyah 1421 H
3 September 2000 M
TENTANG
JUAL BELI SAHAM DALAM RANGKA PROFIT TAKING
بسم الله الرحمن الرحيم
Memperhatikan
1. Makalah dan uraian dari Dr. H. Adiwarman A. Karim, SE, MBA dan KH. Dr. M. Abdurrahman, MA tentang masalah tersebut;
2. Pembahasan yang disampaikan oleh seluruh anggota Dewan Hisbah.
Menimbang
1. Bahwa saham adalah bukti kepemilikan aset atau barang;
2. Jual beli dinilai sah dengan syarat “An Taradhin”;
3. Tukar menukar dinar dengan dirham dengan tunai sudah ada di zaman Nabi saw dan Nabi saw tidak melarangnya; dan
4. Bahwa Islam mengharamkan: riba, gharar, ihtikar dan maisir.
Dewan Hisbah mengambil istinbath:
1. Jual beli saham dari aset atau produk yang tidak diharamkan, dan tidak mengandung unsur riba, gharar, ihtikar, dan maisir hukumnya halal;
2. Jual beli valas dengan cara tunai pada dasarnya boleh. Tapi jual beli valas sebagai komoditas atau dalam rangka profit-taking hukumnya haram.
Demikian Keputusan Dewan Hisbah tentang masalah tersebut dengan makalah terlampir
Komentar
Posting Komentar