Postingan
Menampilkan postingan dengan label Persis Global
Natsir dan Lambang Negara Garuda Pancasila
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Garuda Pancasila Nama tokoh PERSIS Natsir, dalam belantara politik Indonesia, boleh dikata sangatlah populer. Ia adalah icon pergerakan Islam Indonesia pada awal abad ke-20 hingga era Orde Baru 1990-an. Tidak hanya sebagai representasi kubu modernis PERSIS vis-à-vis tradisonalis, namun lebih dari itu Natsir adalah konseptor “politik Islam” yang paling artikulatif vis-à-vis kaum kebangsaan/nasionalis-sekuler. Perdebatan politik Natsir versus Soekarno yang fenomenal pada dekade 1930-1940-an menunjukkan kapasitas Natsir sebagai seorang konseptor politik yang mumpuni. Bersama gurunya dari PERSIS, Tuan A. Hassan, Natsir mengarahkan pemikiran dan aktivitas politik organisasi puritan dari Bandung tersebut, sehingga “ In time, their organization Persatuan Islam (PERSIS) became an important part of the larger Islamist movement in post-colonial Indonesia, this despite its insignificant size compared to other groups.” (Ali Muhannif, Different Routes To Islamism, 2010: 239). Tak heran...
Musykernas 3 Hasilkan 10 Poin Prioritas Program PP Persis di 2018
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Muskernas 3 PP Persis Bandung – persis.or.id, Musyawarah Kerja Nasional (Musykernas) ke-3 PP Persis menghasilkan 10 poin prioritas program kerja di tahun 2018. Poin-poin tersebut disampaikan oleh sekretaris umum PP Persis, KH. Haris Muslim, Lc.MA, Ahad siang (17/12/2018). Pertama, pengembangan infrastruktur jamiyyah dan pembinaan kader di Pimpinan Wilayah (PW) seluruh Indonesia dengan menganggarkan dana stimulus untuk setiap PW, 5 PW per tahun, pemilihan urutan PW yang menerima dana stimulus berdasarkan standarisasi yang ditentukan dan dirumuskan tim PP dengan memperhatikan berbagai aspek seperti lama berdiri, potensi kader dan sebagainya. Kedua, penertiban permasalah wakaf jamiyyah dengan membentuk tim atau badan wakaf jamiyyah. Ketiga, merumuskan dan mensosialisasikan panduan siyasah jamiyyah, juga SOP untuk kader PERSIS yang aktif di politik praktis, menghadapi tahun politik 2018-2019. Keempat, melanjutkan program perintisan PUSDIKLAT PERSIS. Kelima, meneruskan...
Sambutan Imam I Lanah Shurulkhan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh : Farazdaq Hazmi Ahmad (Farhahd) Kalau diibaratkan dalam pemilu, para pegiat Shurulkhan mirip dengan pemilih partai politik yang didasarkan secara ideologis, maka para murid atau kita biasa menyebutnya tamid yang pernah berlatih thifan atau taesyukan merasa memiliki ikatan yang kuat, bukan hanya karena nama nya saja yang membuat bangga “Thifan Po Khan” Beladiri Kepalan tangan Bangsawan Thifan, atau Syufu Tae Syukhan yang berarti Beladiri Ilmu Jurus Gerakan Bangsawan Syufu. Jadi belajar beladiri ini seolah belajar ilmu bela diri para raja atau bangsawan. Lebih dari itu, yang membuat bangga adalah karena beladiri ini tidak bisa lepas dari ideologi kita sebagai muslim. Kedua beladiri ini memiliki akar sejarah yang panjang, Shurulkhan diracik dipadukan ditempa dari berbagai bermacam beladiri yang terbentang dari daerah dataran Seldjuk sampai dengan dataran Cina Utara. Kemudian setelah digubah, ditambah, ditempa, dipilah, dan diteliti maka terbentuk dua aliran shurulkhan yaitu...
Ilmu Faroid (Part 1)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pertanyaan : Seorang suami wafat dengan meninggalkan 1 istri, 3 anak perempuan, ayah, ibu dan 6 saudara perempuan. Berapa hak waris masing-masing ? Jawaban : Harta merupakan salah satu titipan Allah kepada manusia. Jika manusia meninggal, maka pada hakikatnya harta tersebut kembali kepada Allah. Sehingga hanya pencipta syariatlah yang berhak untuk mengelola harta tersebut dengan disyariatkannya ilmu faraid. Tahapannya, harta perninggalan atau tirkah harus dipisahkan dari harta syirkah antara suami dan istri, sesuai dengan bagiannya, kemudian dikurangi hutang dan wasiyat si mayit. Setelah itu kemudian pembagian harta waris. Seorang laki-laki wafat, meninggalkan 1 istri, 3 anak perempuan, ayah, ibu dan 6 saudara perempuan. Istri mendapatkan 1/8, 3 anak perempuan dapat 2/3, ayah dapat 1/6, ibu 1/6 dan saudara perempuan terhalang mendapatkan warisan karena pewaris mempunyai anak, yaitu 3 anak perempuan....
Setelah berdebat dengan A. Hassan, tokoh atheis mengakui kekeliruan dan mengakui adanya Tuhan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh: Artawijaya (Editor Pustaka Al Kautsar) Gedung milik organisasi Al-Irsyad, Surabaya, hari itu penuh sesat dipadati massa. Almanak menunjukkan tahun 1955. Kota Surabaya yang panas, serasa makin panas dengan dilangsungkannya debat terbuka antara Muhammad Ahsan, seorang atheis yang berasal dari Malang, dengan Tuan A. Hassan, guru Pesantren Persatuan Islam, Bangil. Meski namanya berbau Islam, Muhammad Ahsan adalah orang atheis yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, dan tidak pula meyakini bahwa alam semesta ini ada Yang Maha Mengaturnya. Ia juga menyatakan manusia berasal dari kera, bukan dari tanah sebagaimana dijelaskan Al-Qur'an. Menurut keterangan Ustadz Abdul Jabbar, guru Pesantren Persis, yang menyaksikan perdebatan itu, hadirin yang datang cukup membludak. Lebih dari ratusan massa datang berkumpul, mengular sampai ke luar gedung. Mereka mengganggap perdebatan ini penting, karena Muhammad Ahsan, telah secara terbuka di Surat Kabar ...
“ANGIN DALAM PERSPEKTIF ISLAM”
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
A. Pengertian Angin Angin dalam konsep ilmu fisika dapat diartikan aliran udara, ia terbentuk di antara dua zona atau tempat yang memiliki suhu yang berbeda. Perbedaan suhu di atmosfer menyebabkan perbedaan tekanan udara, dan mengakibatkan udara terus-menerus mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.(Mulyono,2006:61-62). Angin yaitu udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara (tekanan tinggi ke tekanan rendah) di sekitarnya. Angin adalah udara yang bergerak, karena bergerak itulah biasanya angin akan terasa lebih dingin daripada permukaan udara di sekitarnya. B. Ayat-ayat Al-Qur’an dan penafsiran menurut ulama tentang udara (angin) 1. Manfaat (udara) Angin a. a. Mengawinkan Tumbuhan Khusus tentang penyerbukan yang terjadi karena perantaraan angin...