FINGER PRINT UNTUK MENENTUKAN BAKAT DAN KEMAMPUAN MELALUI SIDIK JARI
"FINGER PRINT UNTUK MENENTUKAN BAKAT DAN KEMAMPUAN MELALUI SIDIK JARI"
بسم
الله الرحمن الرحيم
Dewan
Hisbah Persatuan Islam setelah:
MENGINGAT:
Firman
Allah SWT :
عَالِمُ
الْغَيْبِ فَلاَ
يُظْهِرُ عَلَى
غَيْبِهِ أَحَدًا
.
إِلاَّ
مَنِ ارْتَضَى
مِنْ رَسُولٍ
فَإِنَّهُ
يَسْلُكُ مِنْ
بَيْنِ يَدَيْهِ
وَمِنْ خَلْفِهِ
رَصَدًا.
[الجن:
26،
27]
(Dia
adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak
memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali
kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan
penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya
(Surat Al Jinn: 26-27)
{
قُلْ
لاَ
يَعْلَمُ
مَنْ
فِي
السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ
الْغَيْبَ
إِلاَّ
اللَّهُ
وَمَا
يَشْعُرُونَ
أَيَّانَ
يُبْعَثُونَ}
[النمل:
65]
Katakanlah:
“Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara
yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka
akan dibangkitkan.
Hadis
Nabi SAW :
وقال
النبي
صلى
الله
عليه
وسلم
:
(من
اقتبس
شعبة
من
النجوم
فقد
اقتبس
شعبة
من
السحر
زاد
ما
زاد)
( صحيح
)
رواه
أحمد
(
1 / 227 ،
311
) ،
وأبو
داود
(
3905 ) ،
وابن
ماجه
(
3726 ) ،
والبيهقي
(
8 / 138 ) وقد
سكت
عنه
الإمام
أبو
داود
وصححه
الألباني
،
وقال
الشيخ
أحمد
شاكر
:
إسناده
صحيح
Nabi
bersabda, “Barangsiapa yang mempelajari satu bagian dari ilmu nujum
berarti telah mempelajari satu cabang dari sihir. Bertambah sesuai
tambahannya”.
سَنُرِيهِمْ
آيَاتِنَا
فِي
الْآفَاقِ
وَفِي
أَنْفُسِهِمْ
حَتَّى
يَتَبَيَّنَ
لَهُمْ
أَنَّهُ
الْحَقُّ
أَوَلَمْ
يَكْفِ
بِرَبِّكَ
أَنَّهُ
عَلَى
كُلِّ
شَيْءٍ
شَهِيدٌ
[فصلت:
53]
Kami
akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di
segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi
mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa
sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
وَلَقَدْ
كَرَّمْنَا
بَنِي
آدَمَ
وَحَمَلْنَاهُمْ
فِي
الْبَرِّ
وَالْبَحْرِ
وَرَزَقْنَاهُمْ
مِنَ
الطَّيِّبَاتِ
وَفَضَّلْنَاهُمْ
عَلَى
كَثِيرٍ
مِمَّنْ
خَلَقْنَا
تَفْضِيلاً
[الإسراء:
70]
Dan
sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka
di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik
dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas
kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
وَفِي
أَنْفُسِكُمْ
أَفَلاَ
تُبْصِرُونَ
[الذاريات:
21]
dan
(juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
أَيَحْسَبُ
الْإِنْسَانُ
أَلَّنْ نَجْمَعَ
عِظَامَهُ .
بَلَى
قَادِرِينَ عَلَى
أَنْ نُسَوِّيَ
بَنَانَه [القيامة:
3،
4]
Apakah
manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang
belulangnya?
Bukan
demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari
jemarinya
dengan sempurna.
(Al-Qiyamah: 3-4)
عَنْ
عَائِشَةَ قَالَتْ
دَخَلَ عَلَيَّ
رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
ذَاتَ يَوْمٍ
وَهُوَ مَسْرُورٌ
فَقَالَ يَا
عَائِشَةُ أَلَمْ
تَرَيْ أَنَّ
مُجَزِّزًا
الْمُدْلِجِيَّ
دَخَلَ عَلَيَّ
فَرَأَى أُسَامَةَ
بْنَ زَيْدٍ
وَزَيْدًا
وَعَلَيْهِمَا
قَطِيفَةٌ قَدْ
غَطَّيَا
رُءُوسَهُمَا
وَبَدَتْ
أَقْدَامُهُمَا
فَقَالَ إِنَّ
هَذِهِ الْأَقْدَامَ
بَعْضُهَا مِنْ
بَعْضٍ
Dari
Aisyah ra berkata, “Suatu hari Rasulullah masuk ke rumah ku dengan
wajah yang ceria. Beliau berkata, “Wahai Aisyah, tahukah kamu bahwa
Mujazziz al Mudliji masuk ke rumah ku kemudian ia melihat Usamah bin
Zaid dan Zaid (ayahnya) sedang tidur berselimut menutupi kepala
keduanya, sedang telapak kaki mereka nampak. Kemudian ia (Mujazziz)
berkata, “Sesungguhnya telapak kaki-telapak kaki ini sebagiannya
dari yang lainnya”. (Imam Bukhary meriwayatkan dalam Shahihnya
Bab Al Qâif dan pada Bab Manaqib Zaid bin Haritsah;
Imam Muslim dalam Bab Al ‘Amal biilhaq al Qâif al Walad)
Bahwa yang dimaksud dengan
syirik itu adalah :
أن
ترى لبعض المخلوقات سلطة غيبية وراء
الأسباب العادية
"Memandang
sebagian makhluk mempunyai kekuasaan (pengetahuan) ghaib, dibalik
sebab-sebab yang biasa"
MEMPERHATIKAN
:
-
Sambutan dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah KH.Usman Sholehuddin
-
Sambutan dan pengantar dari Ketua Umum PP Persis Prof. Dr. KH. M. Abdurrahman, MA.
-
Makalah dan pembahasan yang disampaikan oleh: K.H. Jeje Zaenudin M.Ag.
-
Pembahasan dan penilaian dari anggota Dewan Hisbah terhadap masalah tersebut di atas.
MENIMBANG:
-
Fingerprint (sidik jari) merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah pada tangan manusia.
-
Pemanfaatan sidik jari untuk menganalisa forensik telah sejak dahulu terjadi dan hasilnya diyakini kebenarannya.
-
Pemanfaatan sidik jari untuk mengetahui potensi bakat, karakter dan kemampuan, telah terjadi.
-
Ghaib dibagi dua ; Ghaib Mutlak (Absolut) dan Ghaib Nisbi (Relatif).
-
Perlu kejelasan hukum tentang mengetahui potensi bakat, karakter dan kemampuan seseorang melalui test sidik jari.
Dengan
demikian Dewan Hisbah Persatuan Islam
MENGISTINBATH
:
-
Fingerprint Test yang digunakan untuk mengetahui potensi bakat dan kemampuan seseorang yang bersifat nisbi (relatif), tidak termasuk syirik.
-
Menggunakan sidik jari dan telapak tangan untuk meramal nasib adalah syirik.
Demikian
keputusan Dewan Hisbah mengenai masalah tersebut dengan makalah
terlampir.
Komentar
Posting Komentar