Hukum Rokok
HUKUM ROKOK
DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM
JALAN PAJAGALAN 14 BANDUNG
Keputusan
HUKUM ROKOK
JALAN PAJAGALAN 14 BANDUNG
Keputusan
HUKUM ROKOK
بسم
الله الرحمن الرحيم
Sehubungan dengan permintaan anggota Dewan Hisbah agar
diselenggarakannya musyawarah masalah hokum rokok, maka Dewan HIsbah
Persatuan Islam telah menyelenggarakan siding ke IV pada hari Ahad,
tanggal 12 Syawal 1407 H/10 Mei 1987 di Pajagalan 14 Bandung, dimulai
pada pukul 09.45 s/d 16.00 dan dihadiri oleh: 1. KH.E. Abdullah
2. KH.E. Sar’an
3. K.H.O. Syamsuddin
4. K.H.O. Abdulqadir Shadiq
5. al-Ust.H.M. Syarief Sukandi
6. al-Ust.H.M.Akhyar Syuhada
7. al-Ust. Ghazali
8. al-Ust.Usman Shalehuddin
9. al-Ust.Suraedi
10. al-Ust. Aceng Zakariya
11. al-Ust. Ikin Shadikin
12. Dr. H. Ading S (Dosen FK Unpad, ahli Anatomi)
13. Dr. H. Tuti S (Dosen FK Unpad, ahli Farmakologi)
Setelah para ahli menyampaikan penjelasanya, sekitar permasalahan tembakau dan segala kaitannya yang berhubungan dengan segala akibatnya, dilanjutkan dengan beberapa pandangan, baik dari pembuat makalah, al-Ust.H.M. Syarief Sukandi juga dari Asatidz lainnya.
Maka diambil kesimpulan, bahwa:
1. Dalil-dalil yang menunjang haramnya rokok tidak kena.
2. Rokok tidak termasuk fasad yang dimaksud Alquran.
3. Unsur-unsur rokok tidak ada yang termasuk khamr yang memabukkan.
4. Tidak ada nash dan illat yang jelas dan kuat.
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka para anggota Dewan HIsbah Ittifaq, bahwa rokok itu:
HUKUMNYA MAKRUH
Keterangan para ahli dalam masalah rokok
1. Dr. Ading dan Dr. Tuti:
a. Tembakau mengandung nicotine, tapi tembakau bukan nicotine.
b. Nicotine mempunyai dua sifat; merangsang dan menghambat, kalau sedikit hanya sekedar merangsang, kalau banyak akan menghambat, akan tetapi ini pun tergantung reaksi orang yang tidak sama.
c. Nicotine akan menjadi racun kalau dimakan sekaligus, mungkin sekali sekitar 60 gr atau lebih.
d. Tembakau (rokok) sampai sekarang, belum dinyatakan sebagai penyebab kanker, tapi hanya sekedar induksi kanker.
e. Pengaruh nicotine terhadap alat tubuh tergantung kadarnya dalam darah dan tergantung adanya toleransi (proses yang terjadi pada seseorang dimana ia memerlukan takaran yang lebih tinggi untuk mendapatkan effect yang sama.
f. Banyak penyakit dan gejala-gejala penyakit hamper selalu disalahkan kepada pemakaian tembakau. Walaupun penelitian luas telah dilakukan, belumlah dapat disimpulkan bahwa pemakaian tembakau yang biasa-biasa akan merusak (kesehatan) sejumlah orang yang telah mempunyai kebiasaan menggunakan tembakau.
g. Tidak ada bukti-bukti bahwa pemakaian tembakau menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau berakibat sakit di daerah jantung atau mempunyai peranan dalam proses permulaan penyumbatan pembuluh darah jantung.
h. Pengaruh nicotine secara psikhis:
- Rasa nyaman
- Percaya diri
- Pikiran “tenang”
2. Al-Ust. H.M. Syarief Sukandi, sesuai dengan makalahnya, tetapi beliau menyatakan belum pernah menetapkan haram.
3. al-Ust. Suraedi:
- Rokok adalah masalah Ijtihadiyyah
- Perlu sikap hati-hati dalam menetapkan halal dan haram.
4. al-Ust. Ghazali:
- Dalil-dalil yang disampaikan dalam makalah tidak ada yang kena sasaran haram.
- Hokum itu beredar dengan illahnya.
- Rokok hukumnya makruh.
5. al-Ust. Aceng Zakariya:
- Minum al-Khamr berlaku hokum dera, kalau rokok sama dengannya, maka berlaku pula hokum dera.
- Jengkol dan pete lebih mengganggu daripada rokok.
- Tidak ada nash dan illahnya yang jelas dan kuat tentang haramnya rokok.
Mudah-mudahan hasil penelitian Dewan HIsbah ini bermanfaat, khususnya untuk kalangan Jam’iyyah Persatuan Islam dan masyarakat Islam pada umumnya.
Allahu Ya’khudzu bi Aidiina ila ma Fiihi Khairun lil Islami wal Muslimin.
Wassalaamu ‘Alaikum
DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM
Keterangan para ahli dalam masalah rokok
1. Dr. Ading dan Dr. Tuti:
a. Tembakau mengandung nicotine, tapi tembakau bukan nicotine.
b. Nicotine mempunyai dua sifat; merangsang dan menghambat, kalau sedikit hanya sekedar merangsang, kalau banyak akan menghambat, akan tetapi ini pun tergantung reaksi orang yang tidak sama.
c. Nicotine akan menjadi racun kalau dimakan sekaligus, mungkin sekali sekitar 60 gr atau lebih.
d. Tembakau (rokok) sampai sekarang, belum dinyatakan sebagai penyebab kanker, tapi hanya sekedar induksi kanker.
e. Pengaruh nicotine terhadap alat tubuh tergantung kadarnya dalam darah dan tergantung adanya toleransi (proses yang terjadi pada seseorang dimana ia memerlukan takaran yang lebih tinggi untuk mendapatkan effect yang sama.
f. Banyak penyakit dan gejala-gejala penyakit hamper selalu disalahkan kepada pemakaian tembakau. Walaupun penelitian luas telah dilakukan, belumlah dapat disimpulkan bahwa pemakaian tembakau yang biasa-biasa akan merusak (kesehatan) sejumlah orang yang telah mempunyai kebiasaan menggunakan tembakau.
g. Tidak ada bukti-bukti bahwa pemakaian tembakau menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau berakibat sakit di daerah jantung atau mempunyai peranan dalam proses permulaan penyumbatan pembuluh darah jantung.
h. Pengaruh nicotine secara psikhis:
- Rasa nyaman
- Percaya diri
- Pikiran “tenang”
2. Al-Ust. H.M. Syarief Sukandi, sesuai dengan makalahnya, tetapi beliau menyatakan belum pernah menetapkan haram.
3. al-Ust. Suraedi:
- Rokok adalah masalah Ijtihadiyyah
- Perlu sikap hati-hati dalam menetapkan halal dan haram.
4. al-Ust. Ghazali:
- Dalil-dalil yang disampaikan dalam makalah tidak ada yang kena sasaran haram.
- Hokum itu beredar dengan illahnya.
- Rokok hukumnya makruh.
5. al-Ust. Aceng Zakariya:
- Minum al-Khamr berlaku hokum dera, kalau rokok sama dengannya, maka berlaku pula hokum dera.
- Jengkol dan pete lebih mengganggu daripada rokok.
- Tidak ada nash dan illahnya yang jelas dan kuat tentang haramnya rokok.
Mudah-mudahan hasil penelitian Dewan HIsbah ini bermanfaat, khususnya untuk kalangan Jam’iyyah Persatuan Islam dan masyarakat Islam pada umumnya.
Allahu Ya’khudzu bi Aidiina ila ma Fiihi Khairun lil Islami wal Muslimin.
Wassalaamu ‘Alaikum
DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM
Komentar
Posting Komentar