Kedudukan Nikah Siri

KEDUDUKAN NIKAH SIRRI
بسم الله الرحمن الرحيم
Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah:
MENGINGAT:
Firman Allah SWT :
فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا [4\النساء: 3]
Artinya: Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: boleh dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. ( an-Nisa’: 3 )
عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ الْمَكِّيِّ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، أُتِيَ بِنِكَاحٍ، لَمْ يَشْهَدْ عَلَيْهِ إِلاَّ رَجُلٌ، وَامْرَأَةٌ. فَقَالَ: هذَا نِكَاحُ السِّرِّ وَلاَ أُجِيزُهُ. [ رواه مالك، رقم: 1960، - موطأ مالك ت الأعظمي (3/ 767) باب جامع ما لا يجوز في النكاح ]
Artinya: Dari Abu Zubair al-Makki, bahwasanya pernah diadukan kepada Umar bin Khatthab sebuah kasus pernikahan yang hanya disaksikan oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka beliau berkata: “ Ini adalah nikah sirri, dan aku tidak akan membolehkannya “.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ « هَلْ نَكَحْتَ يَا جَابِرُ؟ » قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: « مَاذَا، أَبِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا ؟ » قُلْتُ: لاَ بَلْ ثَيِّبًا، قَالَ « فَهَلَّا جَارِيَةً تُلاَعِبُكَ » قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي قُتِلَ يَوْمَ أُحُدٍ، وَتَرَكَ تِسْعَ بَنَاتٍ، كُنَّ لِي تِسْعَ أَخَوَاتٍ، فَكَرِهْتُ أَنْ أَجْمَعَ إِلَيْهِنَّ جَارِيَةً خَرْقَاءَ مِثْلَهُنَّ، وَلَكِنِ امْرَأَةً تَمْشُطُهُنَّ وَتَقُومُ عَلَيْهِنَّ، قَالَ: « أَصَبْتَ ». رواه البخاري ( رقم: 4052 ) ومسلم ( رقم: 715 ).
Dari Jabir bin Abdullah ra, ia berkata: Rasulullah saw pernah bertanya kepadaku: “ Wahai Jabir apakah engkau telah menikah ? “ Saya jawab: Sudah. Beliau bertanya lagi: Apakah gadis atau janda ?” Saya jawab: Janda. Lalu beliau bersabda: “ Mengapa bukan gadis, dia akan bersenang-senang dengannmu “. Sayapun berkata: Wahai Rasulullah, ayahku gugur di perang Uhud dan dia meninggalkan sembilan anak perempuan, mereka adalah saudara perempuanku, saya tidak mau mengumpulkan mereka dengan gadis belia seperti mereka, akan tetapi saya inginkan perempuan yang bisa menyisir dan mengurus mereka. Maka beliaupun bersabda: “ Ungkau benar “. ( H.R. Bukhari: 4052 dan Muslim: 715 ).
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَثَرَ صُفْرَةٍ، قَالَ: « مَا هَذَا ؟ » قَالَ: إِنِّي تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً عَلَى وَزْنِ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ، قَالَ: « بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ ». رواه البخاري ( رقم: 5155 ) ومسلم ( رقم: 1427).
Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa Nabi saw pernah melihat bekas kekuningan pada Abdurrahman Ibnu Auf. Lalu beliau bertanya: "Apa ini?". Ia menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menikahi seorang perempuan dengan maskawin senilai satu biji emas. Beliau bersabda: "Semoga Allah memberkahimu, selenggarakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing." ( H.R. Bukhari : 5155 dan Muslim: 1427 )
Imam Yahya bin Yahya mendefinisikan bahwa nikah sirri adalah:
هُوَ أَنْ لَا يَشْهَدَ فِيهِ شَاهِدَانِ قَبْلَ الدخول... (شرح خليل للخرشي - 10 / 413)
Nikah yang tidak disaksikan oleh dua orang saksi sebelum digauli (dhukul)
Imam Al Baji mendefinisikan:
إن اتفق الزوجان والولي على كتمه ولم يعلموا البينة بذلك فهو نكاح سر.. ( البهجة في شرح التحفة - (1 / 431)
Jika suami istri dan wali sepakat menyembunyikan pernikahan itu dan tidak mempersaksikannya (mengekspos ) maka pernikahan itu adalah nikah sirri.
Wahbah Az-Zuhaili mendefinisikan :
نكاح السر (وهو الذي يوصي فيه الزوج الشهود بكتمه عن امرأته، أو عن جماعة ولو أهل منزل ) الفقه الإسلامي وأدلته - 9 / 63)
Nikah Sirri adalah: Suami berpesan kepada saksi agar nikahnya tidak diberitahukan kepada istrinya atau kepada orang lain, walaupun keluarganya sendiri.
Imam Ibnu Hazm mengatakan:
أَنَّهُ لَيْسَ سِرًّا مَا عَلِمَهُ خَمْسَةٌ: النَّاكِحُ، وَالْمُنْكِحُ، وَالْمُنْكَحَةُ، وَالشَّاهِدَانِ.. (المحلى - (9 / 466)
Bahwa pernikahan itu tidak bisa dikatakan sirri selama diketahui oleh lima pihak, yaitu laki-laki yang akan menikah, orang yang menikahkan, perempuan yang akan dinikahi dan dua orang saksi.
MEMPERHATIKAN :
1. Sambutan dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah KH.Usman Sholehuddin
2. Sambutan dan pengantar dari Ketua Umum PP Persis Prof. Dr. KH. M. Abdurrahman, MA.
3. Makalah dan pembahasan yang disampaikan oleh: KH. Salam Rusyad
4. Pembahasan dan penilaian dari anggota Dewan Hisbah terhadap masalah tersebut di atas
MENIMBANG:
1. Banyak kasus pernikahan yang dipersepsikan sebagai nikah sirri.
2. Terdapat perbedaan pendapat ulama tentang pengertian nikah sirri.
3. Terdapat perbedaan pendapat ulama tentang hukum nikah sirri.
4. Perlu kejelasan dan ketegasan tentang nikah sirri dan hukumnya.
Dengan demikian Dewan Hisbah Persatuan Islam
MENGISTINBATH :
1. Nikah sirri dalam pengertian ulama adalah :
a. Yang tidak memenuhi syarat saksi.
b. Yang memenuhi rukun dan syarat tetapi dirahasiakan.
2. Nikah sirri menurut persepsi sebagian masyarakat Indonesia adalah pernikahan yang tidak dicatat oleh pegawai pencatat nikah dari kantor urusan agama.
3. Nikah sirri seperti tersebut pada poin 1.a. tidak sah.
4. Nikah sirri seperti tersebut pada poin 1.b. dan 2 adalah sah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QANUN DAKHILI PERSATUAN ISLAM (PERSIS)