Masbuk Berjamaah

MASBUK BERJAMAAH
DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM
Pada Sidang Dewan Hisbah VI
Di PC Persis Lembang, 15 Sya’ban 1425 H
29 September 2004 M
Tentang:
“MENGANGKAT IMAM DI ANTARA MAKMUM YANG MASBUK”
بسم الله الرحمن الرحيم
Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah:
MENGINGAT:
1. Hadis-hadis tentang keutamaan berjamaah
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً فَصَلُّوْا جَمِيْعًا فَلْيَؤُمَّكُمْ أَحَدُكُمْ – رواه أحمد ومسلم والنسائي
Dari Abdullah bin Masud, ia berkata, “Apabila kalian bertiga, salatlah secara berjama’ah, hendaklah salah seorang di antara kalian jadi imam.” H.r. Ahmad, Muslim, An-Nasai.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قال:قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً. متفق عليه.
Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Salat berjama’ah itu mengungguli salat dengan 27 derajat’.” Muttafaq Alaih.
2. Hadis-hadis tentang makmum beralih menjadi imam
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمَّا ثَقُلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ بِلَالٌ يُؤْذِنُهُ بِالصَّلَاةِ فَقَالَ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَجُلٌ أَسِيفٌ وَإِنَّهُ مَتَى يَقُمْ مَقَامَكَ لَا يُسْمِعِ النَّاسَ فَلَوْ أَمَرْتَ عُمَرَ فَقَالَ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ قَالَتْ فَقُلْتُ لِحَفْصَةَ قُولِي لَهُ إِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَجُلٌ أَسِيفٌ وَإِنَّهُ مَتَى يَقُمْ مَقَامَكَ لَا يُسْمِعِ النَّاسَ فَلَوْ أَمَرْتَ عُمَرَ فَقَالَتْ لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكُنَّ لَأَنْتُنَّ صَوَاحِبُ يُوسُفَ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ قَالَتْ فَأَمَرُوا أَبَا بَكْرٍ يُصَلِّي بِالنَّاسِ قَالَتْ فَلَمَّا دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ وَجَدَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَفْسِهِ خِفَّةً فَقَامَ يُهَادَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ وَرِجْلَاهُ تَخُطَّانِ فِي الْأَرْضِ قَالَتْ فَلَمَّا دَخَلَ الْمَسْجِدَ سَمِعَ أَبُو بَكْرٍ حِسَّهُ ذَهَبَ يَتَأَخَّرُ فَأَوْمَأَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُمْ مَكَانَكَ فَجَاءَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى جَلَسَ عَنْ يَسَارِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ فَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ جَالِسًا وَأَبُو بَكْرٍ قَائِمًا يَقْتَدِي أَبُو بَكْرٍ بِصَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَقْتَدِي النَّاسُ بِصَلَاةِ أَبِي بَكْرٍ –رواه مسلم -
Dari Aisyah, ia mengatakan,”Ketika Rasulullah sakitnya semakin berat, Bilal datang memberitahu salat kepada beliau,beliau bersabda, Suruh oleh kalian Abu Bakar utnuk mengimami jamaah’ Aisyah berkata,’Wahai Rasulullah sesungguhnya Abu Bakar itu seorang yang mudah menangis, bahwa ia apabila berdiri ditempat anda mengimami, suaranya tidak akan terdengar’. Bagaimana kalau anda suruh Umar saja’ beliau bersabda, Suruh oeh kalian Abu Bakar utnuk mengimami jamaah’ Aisyah berkata, Aku berkata kepada Hafshah, Katakanlah olehmu bahwa Abu Bakar itu seorang yang mudah menangis, bahwa ia apabila berdiri ditempat anda mengimami, suaranya tidak akan terdengar’ Bagaimana kalau anda suruh Umar saja’ Maka ketika oleh Hafshah dikatakan kepada Rasulullah saw. , Beliau bersabda,’Sesungguhnya kalian ini kawan-kawan Nabi Yusuf, Suruh oleh kalian Abu Bakar utnuk mengimami jamaah’ ia berkata lagi,’Maka Abu Bakar mengimami jamaah. Dan tatkala ia telah mulai mengimami, Rasulullah saw. merasa sakitnya sedikit ringan, beliau berdiri dengan kedua kaki digusur dan berjalan dipapah oleh dua orang, maka ketika Rasulullah saw. masuk mesjid, Abu Bakar merasakan kehadiran beliau, ia berusaha akan mundur, tetapi Rasulullah saw. berisyarat dengan tanagan beliau agar tetap ditempat. Maka datanglah Rasulullah saw. dan berdiri di sebelah kiri Abu Bakar. Maka Rasululah salat sambil berdiri dan Abu Bakar sambil berdiri, Abu Baar mengikuti salat Nabi dan Jamaah mengikuti salat Abu Bakar.” H.r. Muslim
3. Hadis tentang Rasulullah saw. pernah masbuq bersama al-Mughirah bin Syu’bah
عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ تَخَلَّفَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَخَلَّفْتُ مَعَهُ … ثُمَّ رَكِبَ وَرَكِبْتُ فَانْتَهَيْنَا إِلَى الْقَوْمِ وَقَدْ قَامُوا فِي الصَّلَاةِ يُصَلِّي بِهِمْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ وَقَدْ رَكَعَ بِهِمْ رَكْعَةً فَلَمَّا أَحَسَّ بِالنَّبِيِّ  ذَهَبَ يَتَأَخَّرُ فَأَوْمَأَ إِلَيْهِ فَصَلَّى بِهِمْ فَلَمَّا سَلَّمَ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقُمْتُ فَرَكَعْنَا الرَّكْعَةَ الَّتِي سَبَقَتْنَا – رواه مسلم -
Dari Al-Mughirah bin Syu’bah, ia berkata, “Rasulullah saw. ketinggalan demikian juga aku…kemudian beliau menaiki kendaraannya dan aku pun berkendaraan bersamanya. Maka kami sampai kepada orang-roang, ternyata mereka sedang melaksanakan salat dan Abdurrahman bin Auf yang mengimami mereka, dan telah salat satu rakaat. Maka tatkala Abdurrahman bin Auf merasa bahwa Nabi datang ia bermaksud untuk mundur, tetapi Nabi berisyarat agar Abdurrahman bin Auf tetap mengimami mereka. Tatkala Abdurrahman bin Auf (dengan jama’ah) salam (selesai dari salatnya) Nabi saw. berdiri dan akupun berdiri, lalu kami melaksanakan salat yang ketinggalan itu. “ H.r. Muslim
MENDENGAR:
1. Sambutan dan pengarahan dari ketua Dewan Hisbah KH.A Syuhada
2. Makalah dan pembahasan yang disampaikan oleh H.Wawan Shofwan
3. Pembahasan dan penilaian dari anggota Dewan Hisbah terhadap masalah tersebut di atas.
MENIMBANG:
1. Keutamaan shalat berjama’ah telah disepakati, karena telah ditetapkan di dalam berbagai hadis.
2. Makmum beralih menjadi imam pernah dialami oleh Nabi saw. ketika beliau bermakmum kepada Abu Bakar. Kemudian karena Abu Bakar tidak sanggup mengimami Rasulullah saw. akhirnya beliau menjadi imam.
3. Rasulullah saw. pernah masbuq bersama al-Mughirah bin Syu’bah
4. Perlu adanya kejelasan tentang kedudukan mengangkat imam di antara makmum yang masbuk.
MENGISTINBAT:
==========
Berjamaah di antara makmum yang masbuk itu lebih utama
==========

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QANUN DAKHILI PERSATUAN ISLAM (PERSIS)