Masbuk menemukan Imam Ruku

DAPAT RUKU TIDAK DAPAT RAKAAT
KEPUTUSAN SIDANG DEWAN HISBAH
“MASBUK MENDAPATKAN RUKU IMAM”
بسم الله الرحمن الرحيم


Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah:
MENGINGAT:
1. Hadis-hadis Rasulullah tentang kewajiban membaca al-Fatihah pada setiap rakaat salat, antara lain
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ : أَنَّ النَّبِيَّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ : لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ
Dari Ubadah bin As Shamit sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda” Tidak sah salat bagi yang tidak membaca Al Fatihah.” H.r. Al-Jama'ah, Nailul Authar II:229
2. Hadis-hadis Rasulullah saw. tentang ketentuan rakaat, antara lain
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- فَرَدَّ النَّبِيُّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلاَثًا فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ فَمَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي قَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلاَتِكَ كُلِّهَا
Dari Abu Huraerah sesungguhnya Nabi saw. masuk ke masjid, kemudian seorang laki-laki datang lalu salat, kemudian salam kepada Nabi, dan Nabi pun membalas salamnya. Lalu Nabi bersabda, "Kembalilah salat sesungguhnya kamu tidak salat" (Tiga kali beliau mengulangi demikian). Kemudian dia berkata, "Demi Zat yang mengutusmu dengan hak, aku tidak bisa melakukan yang baik selain itu, maka ajarkanlah kepadaku". Beliau bersabda, "Apabila kamu salat hendaklah takbir, kemudian bacalah Alquran yang ringan, yang kamu hafal, kemudian rukulah sehingga tumakninah. Kemudian bangkitlah sehingga tegak berdiri. Lalu sujudlah sehingga tumakninah. Kemudian bangkit sehingga dudukmu tumakninah, kemudian sujudlah sehingga tumakninah. Lakukanlah yang demikian itu dalam seluruh salatmu." H.r. al-Bukhari, Fathul Bari, II:277
3. Hadis-hadis Rasulullah saw. tentang ketentuan masbuq, antara lain
إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاَةِ فَلاَ يَسْعَ إِلَيْهَا أَحَدُكُمْ وَلَكِنْ لِيَمْشِ وَعَلَيْهِ السَّكِينَةُ وَالْوَقَارُ صَلِّ مَا أَدْرَكْتَ وَاقْضِ مَا سَبَقَكَ
“Apabila salat telah dilaksanakan, janganlah seseorang berjalan dengan tergesa-gesa mendatangi salat itu, tetapi hendaklah ia tenang. Lakukanlah apa yang kamu dapati dan sempurnakanlah apa yang terlewat”. H.r. Muslim, Shahih Muslim, I:420
إِذَا أَتَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا
“Apabila kalian mendatangi salat, hendaklah tenang. Apa yang dapat kalian susul maka lakukanlah dan apa yang tertinggal maka sempurnakanlah”. H.r. Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, I:228
4. Hadis-hadis yang menyatakan masbuk mendapatkan ruku imam selama imam belum berdiri i'tidal dihitung rakaat, antara lain
مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصَّلاَةِ فَقَدْ أَدْرَكَهَا قَبْلَ أَنْ يُقِيْمَ الإِمَامُ صُلْبَهُ
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Barangsiapa menyusul satu rakaat dari salat maka ia telah menyusul rakaat itu sebelum imam meluruskan punggungnya” H.r. Ad-Daraquthni, Sunan ad-Daraquthni, I:272
5. Hadis tentang peristiwa Abu Bakrah yang melakukan ruku sejak sebelum masuk shaf
أَنَّ أَبَا بَكْرَةَ جَاءَ وَرَسُولُ اللهِ رَاكِعٌ فَرَكَعَ دُونَ الصَّفِّ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّفِّ فَلَمَّا قَضَى النَّبِيُّ -صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- صَلاَتَهُ قَالَ أَيُّكُمِ الَّذِي رَكَعَ دُونَ الصَّفِّ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّفِّ فَقَالَ أَبُو بَكْرَةَ أَنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَادَكَ اللهُ حِرْصًا وَلاَ تَعُدْ
“Sesungguhnya Abu Bakrah datang ketika Rasul sedang ruku, lalu ia ruku di luar shaf kemudian berjalan (dalam keadaan ruku) menuju shaf. Ketika Nabi selesai salatnya, beliau bersabda, ‘Siapa di antara kalian yang ruku di luar shaf kemudian berjalan (dalam keadaan ruku) menuju shaf?’ Maka Abu Bakrah berkata, “Saya”. Kemudian Nabi bersabda, “Semoga Allah menambah semangatmu, dan janganlah kamu mengulangi (amal seperti itu)” H.r. Al-Jama’ah, dan redaksi ini riwayat Abu Daud, Sunan Abu Daud, I:239
Pada riwayat Al-Bukhari dalam kitabnya Juz al-Qiraah Khalfal Imam, terdapat perintah dari Nabi kepada Abu Bakrah untuk menambah rakaat yang terlewat itu dengan kalimat
صَلِّ مَا أَدْرَكْتَ وَاقْضِ مَا سَبَقَكَ
“Lakukanlah apa yang kamu dapati dan sempurnakanlah apa yang terlewat” (Lihat, ad-Dirayah fi Takhrij Ahaditsil Hidayah, I:171; Nashbur Rayah, II:26; Syarah az-Zarkasyi, al-Ilmam libni Daqiqil 'Ied, I:216)

MENDENGAR:
1. Sambutan dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah KH.Usman Shalehudin
2. Sambutan dan pengantar dari Ketua Umum PP Persis K.H. Drs. Shiddiq Amien, MBA
3. Makalah dan pembahasan yang disampaikan oleh K.H. Ikin Shadikin
4. Pembahasan dan penilaian dari anggota Dewan Hisbah terhadap masalah tersebut di atas
MENIMBANG:
1. Perlu kejelasan dan ketegasan status hukum tentang makmum masbuk mendapatkan ruku imam, apakah mendapatkan rakaat atau tidak.
2. Persatuan Islam menyatakan bahwa ketinggalan bacaan al-Fatihah walaupun sebagian adalah ketinggalan rakaat.
3. Kemunculan fatwa bahwa jika makmum masbuq mendapatkan ruku bersama imam, sebelum imam bangkit dari ruku’nya, dia mendapatkan rakaat tersebut.
4. Hadis-hadis tentang masbuk mendapatkan imam sedang ruku dihitung rakaat adalah daif
5. Terjadi perbedaan penafsiran istilah raka'at dan ruku'.
6. Perbedaan pemahaman terhadap hadis tentang peristiwa Abu Bakrah yang melakukan ruku sejak sebelum masuk shaf.
7. Qiyam dengan sempurna adalah rukun dan Qiraah (Fatihah) merupakan syarat sahnya qiyam.
Dengan demikian Dewan Hisbah Persatuan Islam
MENGISTINBATH:
1. Yang dimaksud satu rakaat itu adalah qiyam (baca al-fatihah), ruku, i'tidal ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud
2. Makmum yang mendapatkan imam sedang ruku berarti telah tertinggal salah satu rukun rakaat, yaitu qiyam (bacaan al-fatihah)
3. Makmum yang mendapatkan imam sedang ruku harus menyempurnakan ketinggalan rakaat itu
Demikian keputusan Dewan Hisbah mengenai masalah tersebut dengan makalah terlampir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QANUN DAKHILI PERSATUAN ISLAM (PERSIS)