“ANGIN DALAM PERSPEKTIF ISLAM”

A. Pengertian Angin       
     Angin dalam konsep ilmu fisika dapat diartikan aliran udara, ia terbentuk di antara dua zona atau tempat yang memiliki suhu yang berbeda. Perbedaan suhu di atmosfer menyebabkan perbedaan tekanan udara, dan mengakibatkan udara terus-menerus mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.(Mulyono,2006:61-62).
     Angin yaitu udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara (tekanan tinggi ke tekanan rendah) di sekitarnya.   Angin adalah udara yang bergerak, karena bergerak itulah biasanya angin akan terasa lebih dingin daripada permukaan udara di sekitarnya.
B. Ayat-ayat Al-Qur’an dan penafsiran menurut ulama tentang udara (angin) 
1. Manfaat (udara) Angina.  
a. Mengawinkan Tumbuhan         
     Khusus tentang penyerbukan yang terjadi karena perantaraan angin, maka di sana, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi: 1) Serbuk harus berjumlah besar, karena ketika terbawa angin, sebagian besar daripadanya hilang. 2) Serbuk harus ringan, sehingga bisa diterbangkan oleh angin. Misalnya pada tumbuhan bunga sepatu, bila ada angin maka benang sari akan terbang dan ada juga yang jatuh di kepala putik dan setelah itu terjadilah pembuahan dan terbentuklah bakal biji yang kemudian akan menjadi individu atau tumbuhan baru (Abdushshamad,2003:102).

b. Menggerakkan Awan Sehingga Menjadi Hujan     
     Angin adalah salah satu penyebab dari hujan karena anginlah yang membawa awan kemudian awan-awan tersebut berkumpul dan terjadilah hujan.Dalam beberapa ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya, yaitu :a.        Al-Hijr (15) :22
 Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya."
     Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan.b.        Al-A’raaf  (7) : 57
"Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
     Tafsir : Artinya merupakan kabar gembira karena hujan akan turun dan mendatangkan kebaikan bagi manusia.            
     Di dalam Al-Qur’an banyak disebutkan perumpamaan tentang dihidupkannya orang mati,  dengan bumi yang kering dan gersang, yang menjadi subur dan hidup setelah terkena air hujan, sebagaimana firman-Nya. 
"Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau Lihat bumi kering dan gersang, Maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati.Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu". Fushilat (41)  : 39
"Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati.dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu". Ar- Rum (30) : 50).     
     Kemudian rentetan ayat-ayat ini diakhiri dengan satu permisalan yang sangat apik tentang orang Mukmin dan kafir, yang keduanya dimisalkan dengan tanah yang subur, yang menumbuhkan tanaman yang rindang lagi menghijau, dan tanah tandus yang tidak memberi manfaat apa pun.  
"Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur". (Al-A’raf (7) : 58) c.        Al-Furqaan 25 : 48 
"Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang Amat bersih", Tafsir : Maksudnya yaitu Allahlah yang mengirimkan angin yang mengambangkan awan untuk memberi tanda bahwa awan tersebut siap menjadi hujan.    
     Menurut riwayat Ibn amir, hamzah, dan al-kisa-i, pernyataan busyran dalam ayat ini dibaca nusyran, yang bermakna: angin-angin yang mengambangkan awan. Apabila kita baca busyran, menurut qiraah (bacaan) versi Ashim, maka maknanya angin yang membawa kabar gembira sebagai tanda akan datangnya hujan (Ash-Shiddieqy,2000:2896).  
d.       An Naml 27 : 63
"Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya[1105]? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya)".  
[1105] Yang dimaksud dengan rahmat Tuhan di sini ialah air hujan yang menyebabkan suburnya tumbuh-tumbuhan. Tafsir : Maksudnya adalah apakah menyembah Allah SWT, Tuhan yang telah memberi petunjuk kepadamu dalam kegelapan darat dan laut. Tuhan yang memberikan akal pikiran, ilmu dan makrifat, sehingga kamu dapat menghadapkan perjalananmu dengan berpegang kepada ukuran-ukuran yang sudah tetap dan pada masa dahulu menunjuki kamu dengan perantaraan bintang, bukit-bukit dan tanda lain, serta mengirim angin yang menjadi tanda akan datangnya hujan dan kebajikan lain, angin buritan yang membuat perahumu berlayar cepat, serta angin yang menyebabkan terjadi persarian (perkawinan) di antara tumbuhan itu lebih ataukah menyembah dewa-dewamu dan patungmu yang lebih baik (Ash-Shiddieqy,2000:3022). 
e.        Ar Ruum 30 : 46
"Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira[1173] dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya[1174] dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur".  
[1173] Pembawa berita gembira Maksudnya: awan yang tebal yang ditiup angin lalu menurunkan hujan. karenanya dapat dirasakan rahmat Allah dengan tumbuhnya biji-biji yang telah disemaikan dan menghijaunya tanaman-tanaman serta berbuahnya tumbutumbuhan dan sebagainya.[1174] Yaitu: dengan seizin Allah dan dengan sekehendak-Nya. Tafsir : Di antara dalil yang terdapat pada alam, yang menunujukkan bahwa Allahlah yang menciptakan alam, bersifat kuasa, mengetahui segala sesuatu dan berkehendak, memiliki segala hal, memberikan hidup dan mematikan adalah angin yang mengembirakan kita dengan turunnya hujan, mengawinkan bunga (penyerbukan) pepohonan hingga terjadilah buah, dan menggerakkan perahu yang tengah berlayar. Selain itu, juga menunjukkan kepada kita tentang sebagai rahmat-Nya dan iradat-Nya. Supaya kita dapat mencari sebagian keutamaan Allah (Ash-Shiddieqy,2000:3188).

          c.       Prasana Transportasi
     "Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan Kami dari bahaya ini, pastilah Kami akan Termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS Yunus : 22)  
2. Angin Kencang
     Selain bermanfaat bagi masyarakat, angin juga dapat menimbulkan masalah.Angin yang sering menimbulkan kerusakan seperti angin topan, angin puting beliung dan lain-lain, angin tersebut adalah angin kencang yang datang tiba-tiba dan membuat kerusakan. Terkadang Allah mengirimkan angin sebagai siksaan dan hukuman.Angin datang membawa adzab yang menjadi sebab mati dan hancurnya manusia, tetumbuhan dan berbagai binatang.Hal ini terjadi sebagai hukuman Allah dan pelajaran yang bisa dipetik oleh orang yang mau mengambil pelajaran.     
     Di antaranya adalah kisah yang Allah ceritakan dalam al Qur’an tentang hukuman yang Allah berikan kepada kaum ‘Aad yang merupakan kaum Nabi Hud.Allah hancurkan mereka dengan angin.      
Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan. Angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk” (QS adz Dzariyat:41-42).      
     Dalam kisah yang Allah tuturkan dalam al Qur’an, pada saat angin adzab datang, saat pertama kali mengetahui hal tersebut, kaum ‘Aad beranggapan bahwa angin tersebut membawa awan yang akan menurunkan hujan. Mereka anggap bahwa angin tersebut adalah angin pembawa nikmat dan kabar gembira.   
Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”.(Bukan!)bahkan Itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya. Maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa” (QS al Ahqof:24-25).      
     Yang dimaksud ‘tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka’ adalah tidak ada lagi satu pun orang yang hidup di dalam rumah-rumah mereka.Artinya seluruh mereka hancur dan mati disebabkan angin tersebut cukup dalam sekejap mata saja dengan sekali hembusan.     
     Sungguh ini adalah tanda dan bukti kekuasaan Allah yang sangat besar. Seyogyanya orang-orang yang beriman mengambil pelajaran darinya.      
     Di antara hal yang luar biasa dalam angin adalah dia bisa memahami perintah dan mentaati Tuhannya. Dia laksanakan semua perintah-NyaDi dalam beberapa ayat Al-Qur’an disebutkan antara lain :a.  Ibrahim 14 : 18
“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti Abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang.mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh”.b. Al-Israa’ 17 : 69
“Atau Apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin taupan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu.dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun dalam hal ini terhadap (siksaan) kami”.c.  Al Anbiyaa’ 21 : 81
“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya.dan adalah Kami Maha mengetahui segala sesuatu”.      
Tafsir : Kami tundukkan bagi Sulaiman angin yang kadang-kadanng bertiup lembut dengan sangat kencang dan kadang-kadang bertiup lembut.Pada masing-masing keadaan itu, angin berjalan dengan perintahnya ke negeri suci mana pun yang dia kehendaki. Maka, dia dan para sahabatnya keluar pada waktu pagi ke arah mana pun yang mereka kehendaki, kemudian kembali kerumahnya di Syam pada hari itu juga (Al-Maraghiy,1989:95).d.  Al-Hajj 22 : 31
“Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh”.      
Tafsir : Barang siapa menyekutukan Allah dengan selain-Nya, berarti dia telah membinasakan dirinya sendiri sebinasa-binasanya. Perumpamaannya seperti keadaan orang yang jatuh dari langit lalu disambar burung, kemudian burung itu memotong-motong anggota tubuhnya; atau seperti orang yang diterbangkan oleh angin lalu dijatuhkan di tempat yang jauh dan tidak bisa kembali dari padanya (Al-Maraghiy,1989:181).  
C. Angin ditinjau menurut Sains modern          
     Para ilmuan memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang angin dalam kehidupan alam semesta. Dan pendapat tersebut antara lain: 
1. Pendapat J.Yannev Ewusie
     J. Yannev Ewusie menyatakan beberapa peran dan manfaat angin khususnya dalam ekologi tropika[1]. Menurut J. Yannev Ewusie komunitas tropika yang berpengaruh terhadap struktur dan species komunitas tropika itu sendiri.Misalnya angin kering yang berada di beberapa bagian daerah tropika dan salah satunya yaitu wilayah afrika barat.
J. Yannev Ewusie juga berpendapat bahwa kekayaan akan spesies pada beberapa bagian habitat mungkin disebabkan arah tiupan angin atau arah arus air. 
2. Ir. Usman dan Ir.Warkoyo
     Ir. Usman dan Ir.Warkoyo menyatakan bahwa angin merupakan gerak massa udara relative terhadap permukaan bumi pada arah horizontal dari daerah bertekanan udara tinggi kedaerah bertekanan udara rendah[2]. Menurut Sanjaya (1970) dalam kondisi tertentu angin tidak memberikan akibat langsung pada pertumbuhan dan perkembangan serangga. Baru pada kondisi angin yang kencang dapat berpengaruh pada proses penguapan dan keadaan kelembaban udara secara tidak langsung memberi akibat keseimbangan suhu tubuh maupun kadar air tubuh serangga. Pengaruh angin yang paling penting adalah mempengaruhi pemencaran dan aktivitas serangga, terutama serangga yang bertubuh kecil seperti kutu daun. 
3. Pendapat Drs. Sumarito,Dipl.Ed dan Dra. Yundaru Nurantini
     Dua ilmuan ini berpendapat bahwa angin merupakan salah satu factor perantara dalam reproduksi generatif pada tumbuhan[3]. Proses reproduksi generatif pada tumbuhan dengan angin sebagai perantaranya disebut sebagai persarian Anemogami. Disamping itu juga angin mempengaruhi proses transpirasi pada tumbuhan, proses ini dapat melalui kutikula daun, sub stomata, dan inti sel pada batang[4]. 
4. Deskripsi Aritoteles tentang awan dan hujan yang dipengaruhi oleh angin
     Aritoteles dengan buku ketiganya yang berjudul Meteorological Observation telah mendeskripsikan lapisan udara bahwa ia adalah kawasan bersama api, udara dan matahari adalah faktor pokok dan pertama bagi terjadinya awan, karena proses penguapan (Veperization) dan pengembunan (kondensasi)merupakan akibat dari dekat atau jauhnya matahari dari bumi, inilah yang menyebabkan terjadinya awan. Lebih lanjut Aritoteles menerangkan proses turunnya hujan. Hujan disebabkan perginya udara panas dari udara yang naik ketempat yang lebih tinggi, maka menjadi dinginlah uap air. Karena panasnya sudah pergi dan panasnya menjadi dingin maka meneballah uap air kemudian menjadi air yang jatuh diatas permukaan bumi, dan proses tersebut berputar mengikuti perjalanan matahari, ketika matahari berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain (dari utara ke selatan menurut garis edarnya), maka kadar basah (wetness) udara bertambah atau berkurang dan titik air tersebut besar, maka dinamakan hujan[5].      
     Penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran "mengawinkan" dari angin dalam pembentukan hujan. Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut: Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara.Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. .      Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air.Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.  

KESIMPULAN      
     Diaturnya angin oleh Allah adalah sebuah nikmat yang sangat besar bagi manusia. Hendaknya kita merasakan adanya nikmat tersebut dan nilainya serta menyadari manfaat yang kita petik darinya. Seandainya angin itu tidak diatur oleh Allah tentu tidak akan ada kehidupan bagi manusia. Dunia hewan dan tumbuh-tumbuhan pun akan kacau balau. Makanan akan rusak dan busuklah seluruh penjuru bumi.      
     Pengaruh dan manfaat angin itu sangat banyak, tak terhitung. Seandainya angin itu hanya diam dan tenang tidak bergerak atau bertiup maka seluruh bagian bumi ini terutama tumbuh-tumbuhan akan busuk. Hewan-hewan akan menjadi bangkai.      
     Jadi bertiupnya angin itu sebuah nikmat.Karenanya ada pergerakan udara.Udara pun menjadi bersih dan jernih.Berbagai penyakit hilang dan berbagai nikmat, kebaikan dan manfaat besar pun datang. Semua itu karena angin yang diatur oleh Allah.    
    Terkadang Allah mengirim angin yang mendorong mendung yang memuat hujan.Hujan adalah kabar gembira dan pembawa berbagai kebaikan. Masih banyak manfaat dan hasil yang akan dirasakan oleh manusia oleh sebab angin. Oleh karena itu, dalam al Qur’an kita jumpai Allah menyebut angin dalam bentuk jamak.Hal ini mengisyaratkan banyak dan besarnya manfaat yang Allah letakkan pada angin.Ketika kita perhatikan kebanyakan orang, mereka terkadang mencela angin ketika mereka mendapatinya, mereka hanya memandang bahwa angin hanya mendatangkan kerusakan saja, hal ini yang sering kita dengar dari lontaran  mereka baik mereka menyadarinya atau tidak.      
     Bisa jadi mencela angin menurut mereka hanya permasalahan sepele, apalagi kebanyakan yang sering mereka dapati bahwa angin ternyata merusak bangunan ataupun pepohonan, kita pun tidak memungkiri kenyataan hal kejadian itu, namun kita diperintahkan oleh syari’at Islam untuk berdo’a bukan untuk mencela angin tatkala kita mendapatinya.      
     Sebagimana yang tertera dalam hadits yang shohih bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda tentang masalah angin:

أنّ أبَا هُرَيْرَةَ قالَ سَمِعْتُ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: "الرّيحُ مِنْ رَوْحِ الله"، قالَ سَلَمة: فَرَوْحُ الله تَأتِي بالرّحْمَةِ وَ تَأتِي بالْعَذَابِ، فإذَا رَأيْتُمُوهاً فَلا تَسُبّوهَا وَسَلُوا[واسألوا] الله خَيْرَهاَ وَاسْتَعِيذُوا بالله
 Abu Hurairoh berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Angin itu merupakan rahmat dari Allah, namun terkadang datang sebagai rahmat dan terkadang datang sebagai adzab, maka apabila kalian melihatnya janganlah kalian mencacinya, namun mintalah kepada Allah kebaikan darinya, dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya”. (HR. Abu Daud)     
     Dari hadits di atas kita meyakini kejadian bahwa terkadang angin datang merusak bangunan ataupun pepohonan, dari hadits itu pun kita diajarkan hendaknya kita berdo’a tatkala mendapatinya, bukan untuk mencelanya, adapun do’a yang diajarkan oleh Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah:
 ان النبي صلى الله عليه و سلم إذا عصفت الريح قال : اللهم إني أسألك خيرها و خير ما فيها ، و خير ما أرسلت به ، و أعوذ بك من شرها و شر ما فيها و شر ما أرسلت به
Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah apabila mendapati angin kencang berkata: ya Allah aku memohon kepada-Mu kebaikan darinya dan dari apa yang ada di dalamnya, dan yang dibawa dengannya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan apa yang ada di dalamnya, dan yang dibawa dengannya”. (HR. Muslim)   
[1]J. Yannev Ewusie, Ekologi Tropika,(Bandung: ITB,1990),hal 92[2] Ir. Usman dan Ir.Warkoyo, Iklim Mikro Tanaman, (Malang: IKIP Malang,1993) hal 43[3] Sumarito dan Yundara Nurantini, Panduan SMA Kls 3, (Primagama,2005)[4] Ibid. hal 93[5] Ahmad As Shouwy dkk. Mukjizat al-Qur’an dan As-sunnah tentang IPTEK. (Jakarta: Gema Insani Press,1997)hal 175
[1]Yang dimaksud dengan rahmat Tuhan di sini ialah air hujan yang menyebabkan suburnya tumbuh-tumbuhan.
[2]Pembawa berita gembira Maksudnya: awan yang tebal yang ditiup angin lalu menurunkan hujan. karenanya dapat dirasakan rahmat Allah dengan tumbuhnya biji-biji yang telah disemaikan dan menghijaunya tanaman-tanaman serta berbuahnya tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.
[3]Yaitu: dengan seizin Allah dan dengan sekehendak-Nya.
 

DAFTAR PUSTAKA 
http://yulilives.blogspot.comhttp://aliefqu.wordpress.comhttp://muslim.or.idhttp://heartframe.wordpress.comhttp://kisahmuslim.comhttp://gemaislam.comhttp://sainisme.blogspot.com 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QANUN DAKHILI PERSATUAN ISLAM (PERSIS)