Postingan

Menulis Itu Gampang

Gambar
Begitu banyak jenis tulisan kalau kita mau menggolong-golongkannya. Ada fiksi dan nonfiksi. Ada berita  hardnews  dan analisa. Ada pula biografi, esai, artikel, skrip radio dan teve, editorial, weblog, surat cinta dan segudang lainnya. Jangan lupa, ada yang berkaitan dengan bisnis, seperti surat penawaran,  minutes meeting , dan ribuan jenis  business letter . Lupakan dulu kategorisasi yang memusingkan kepala. Karena sebagian besar jenis tulisan bisa dikatakan baik dan benar bila memenuhi rumus baku yang sama. Yakni 5W + 1H. Itulah rumus sakti yang menjadi pegangan saya ketika menjadi jurnalis di Bisnis Indonesia, majalah PROSPEK dan terakhir di majalah SWA (ya, profesi awal saya adalah jurnalis, kurang lebih lima tahun saya menjalaninya dengan penuh suka cita). Rumus macam apa itu? Sederhana sekali: W1 = What W2 = Who W3 = When W4 = Where W5 = Why H = How WHAT adalah apa yang akan kita tulis. Tema apa yang ingin kita ungkapkan. Hal apa yang ingin kita ...

DIRGAHAYU TNI 72

Gambar
PD Persis Kab. Subang Mengucapkan Dirgahayu TNI ke 72. Bersama Rakyat, TNI Kuat.

Ilmu Faroid (Part 1)

Pertanyaan :      Seorang suami wafat dengan meninggalkan 1 istri, 3 anak perempuan, ayah, ibu dan 6 saudara perempuan. Berapa hak waris masing-masing ?  Jawaban :      Harta merupakan salah satu titipan Allah kepada manusia. Jika manusia meninggal, maka pada hakikatnya harta tersebut kembali kepada Allah. Sehingga hanya pencipta syariatlah yang berhak untuk mengelola harta tersebut dengan disyariatkannya ilmu faraid.       Tahapannya, harta perninggalan atau tirkah harus dipisahkan dari harta syirkah antara suami dan istri, sesuai dengan bagiannya, kemudian dikurangi hutang dan wasiyat si mayit. Setelah itu kemudian pembagian harta waris. Seorang laki-laki wafat, meninggalkan 1 istri, 3 anak perempuan, ayah, ibu dan 6 saudara perempuan. Istri mendapatkan 1/8, 3 anak perempuan dapat 2/3, ayah dapat 1/6, ibu 1/6 dan saudara perempuan terhalang mendapatkan warisan karena pewaris mempunyai anak, yaitu 3 anak perempuan....

Setelah berdebat dengan A. Hassan, tokoh atheis mengakui kekeliruan dan mengakui adanya Tuhan

Oleh: Artawijaya (Editor Pustaka Al Kautsar)      Gedung milik organisasi Al-Irsyad, Surabaya, hari itu penuh sesat dipadati massa. Almanak menunjukkan tahun 1955. Kota Surabaya yang panas, serasa makin panas dengan dilangsungkannya debat terbuka antara Muhammad Ahsan, seorang atheis yang berasal dari Malang, dengan Tuan A. Hassan, guru Pesantren Persatuan Islam, Bangil. Meski namanya berbau Islam, Muhammad Ahsan adalah orang atheis yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, dan tidak pula meyakini bahwa alam semesta ini ada Yang Maha Mengaturnya. Ia juga menyatakan manusia berasal dari kera, bukan dari tanah sebagaimana dijelaskan Al-Qur'an.      Menurut keterangan Ustadz Abdul Jabbar, guru Pesantren Persis, yang menyaksikan perdebatan itu, hadirin yang datang cukup membludak. Lebih dari ratusan massa datang berkumpul, mengular sampai ke luar gedung. Mereka mengganggap perdebatan ini penting, karena Muhammad Ahsan, telah secara terbuka di Surat Kabar ...

“ANGIN DALAM PERSPEKTIF ISLAM”

A. Pengertian Angin               Angin dalam konsep ilmu fisika dapat diartikan aliran udara, ia terbentuk di antara dua zona atau tempat yang memiliki suhu yang berbeda. Perbedaan suhu di atmosfer menyebabkan perbedaan tekanan udara, dan mengakibatkan udara terus-menerus mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.(Mulyono,2006:61-62).      Angin yaitu udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara (tekanan tinggi ke tekanan rendah) di sekitarnya.     Angin adalah udara yang bergerak, karena bergerak itulah biasanya angin akan terasa lebih dingin daripada permukaan udara di sekitarnya. B. Ayat-ayat Al-Qur’an dan penafsiran menurut ulama tentang udara (angin)   1. Manfaat (udara) Angin a.    a. Mengawinkan Tumbuhan                 Khusus tentang penyerbukan yang terjadi karena perantaraan angin...

7 Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir

Top of Form Nabi  shallallahu ‘alaihiwasallam telah menyebutkan ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir ke kubur seseorang tatkala ia telah meninggal. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Musnad -nya dengan sanad hasan, dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu , Rasulullah  shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda, سَبْعٌ يَجْرِيْ لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوَ غَرَسَ نَخْلًا ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ “Ada tujuh perkara yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah ia meninggal, padahal ia berada di dalam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu pengetahuan, (2) orang yang mengalirkan sungai (yang terputus, pen. ) (3) orang yang membuat sumur, (4) orang yang menanam kurma (buah), (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang memberi mush-haf Alquran, d...