Postingan

Membuat Kosmetik dan Obat dari yg Mati

PEMBUATAN OBAT ATAU KOSMETIKA DARI ORGAN TUBUH MANUSIA YANG SUDAH MATI بسم الله الرحمن الرحيم DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM (PERSIS) dalam sidangnya pada hari Sabtu tanggal 3 Jumadits- Tsaniyah 1421 H/2 September 2000 di Sumedang, Jawa Barat, setelah: Memperhatikan 1. Makalah dan uraian yang disampaikan oleh Al-Ustadz KH. Usman Shalehuddin dan Dr. Amir Musaddad tentang masalah tersebut; 2. Pembahasan yang disampaikan oleh seluruh anggota Dewan Hisbah. Menimbang 1. Bahwa Nabi saw melarang mengganggu tubuh orang yang sudah mati; 2. Bahwa Islam menganjurkan untuk berobat tapi melarang berobat dengan barang yang diharamkan; 3. Bahwa kosmetika berbeda dengan obat; 4. Bahwa sesuatu yang diharamkan, hanya boleh dilakukan dalam keadaan darurat. Dewan Hisbah mengambil istinbath: 1. Membuat kosmetika dengan organ tubuh manusia yang sudah mati haram. 2. Membuat obat dengan bahan organ tubuh manusia yang sudah mati, sebelum ditemukan alternatif lain boleh Demikian Keputusan Dewan His...

Nifas. Qodo atau Fidyah

NIFAS ; QADHA ATAU FIDYAH ? KEPUTUSAN SIDANG DEWAN SIDANG HISBAH KE-14 Tentang WANITA YANG NIFAS DI BULAN RAMADHAN QADHA ATAU FIDYAH بسم الله الرحمن الرحيم Dewan Hisbah Persatuan Islam dalam sidangnya yang ke-14 tanggal 21s/d 22 Muharram / 8 s/d 9 Juni di Bandung setelah : MENDENGAR : 1. Pengarahan Ketua Dewan Hisbah Persis Al-Ustadz. KHE. Sar’an. 2. Makalah tentang kedudukan Qadla bagi Wanita yang nifas pada awal Ramadlan oleh Al-Ustadz. DR. KH. Abdurrahman, MA. 3. Pembahasan dan Argumentasi yang disampaikan oleh seluruh peserta sidang Dewan Hisbah. MEMPERHATIKAN : 1. Bahwa wanita yang nifas haram melakukan shaum. 2. Bahwa mereka yang dibolehkan fidyah, boleh dan yang lebih utama shaum. 3. Bahwa ketentuan tentang qadha dan fidyah dalam bab shaum adalah bersifat Ta’abudidan bukan Ta’aquli. 4. Bahwa ketentuan tentang mereka yang wajib qadha dan fidyah tersebut adalah Mu’ayyan (ketentuan) dan bukan mukhayyar (pilihan). MENIMBANG : Perlu ada kejelasan hukum bagi wani...

Mengepalkan Tangan Waktu Bangkit Sujud

“MENGEPALKAN TANGAN WAKTU BANGKIT DARI SUJUD UNTUK BERDIRI” DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM Pada Sidang Dewan Hisbah VI Di PC Persis Lembang, 15 Sya’ban 1425 H 29 September 2004 M Tentang: “MENGEPALKAN TANGAN WAKTU BANGKIT DARI SUJUD UNTUK BERDIRI” بسم الله الرحمن الرحيم Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah: MENGINGAT: 1. Hadis-hadis tentang bangkit dari sujud, antara lain عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدَ وَضَعَ رُكْبَتَيْهِ قَبْلَ يَدَيْهِ وَإِذَا نَهَضَ رَفَعَ يَدَيْهِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ – رواه أحمد و النسائي وأبو داود وابن ماجة - Dari Wail bin Hujr, ia berkata, “Saya melihat Nabi saw bila sujud beliau menempatkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya, dan bila bangkit beliau mengangkat kedua tangannya sebelum kedua lututnya (tidak seperti unta). H.r. Ahmad, An-Nasai, Abu Dawud, dan Ibnu Majah 2. Hadis-hadis khusus tentang bangkit dari duduk karena ada udzur a) Menekankan tangan pada tanah ...

Menerima Wakaf dari Non Muslim

" MENERIMA WAKAF DARI NON MUSLIM" بسم الله الرحمن الرحيم Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah: MENGINGAT: Firman Allah SWT, لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ، وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ - آل عمران : 92 “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya” Q.s. Ali Imran : 92. عَنْ أَنَسٍ قَالَ : " كَانَ أَبُو طَلْحَةَ أَكْثَرَ الْأَنْصَارِ نَخْلًا بِالْمَدِينَةِ وَكَانَ أَحَبُّ أَمْوَالِهِ إِلَيْهِ بَيْرُحَاءَ، وَكَانَتْ مُسْتَقْبِلَةً الْمَسْجِدَ ، وَكَانَ النَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يَدْخُلُهَا وَيَشْرَبُ مِنْ مَاءٍ فِيهَا طَيِّبٍ ، فَلَمَّا نَزَلَتْ : لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ قَالَ أَبُو طَلْحَةَ : يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ أَحَبَّ أَمْوَالِي إِلَيَّ بَيْرُحَاءُ ، إِنَّهَا صَدَقَةٌ لِلَّهِ - تَعَالَى - أَ...

Masbuk menemukan Imam Ruku

DAPAT RUKU TIDAK DAPAT RAKAAT KEPUTUSAN SIDANG DEWAN HISBAH “MASBUK MENDAPATKAN RUKU IMAM” بسم الله الرحمن الرحيم Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah: MENGINGAT: 1. Hadis-hadis Rasulullah tentang kewajiban membaca al-Fatihah pada setiap rakaat salat, antara lain عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ : أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ : لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ Dari Ubadah bin As Shamit sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda” Tidak sah salat bagi yang tidak membaca Al Fatihah.” H.r. Al-Jama'ah, Nailul Authar II:229 2. Hadis-hadis Rasulullah saw. tentang ketentuan rakaat, antara lain عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَرَدَّ النَّبِيُّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلاَثًا فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِال...

Masbuk Berjamaah

MASBUK BERJAMAAH DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM Pada Sidang Dewan Hisbah VI Di PC Persis Lembang, 15 Sya’ban 1425 H 29 September 2004 M Tentang: “MENGANGKAT IMAM DI ANTARA MAKMUM YANG MASBUK” بسم الله الرحمن الرحيم Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah: MENGINGAT: 1. Hadis-hadis tentang keutamaan berjamaah عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ : إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً فَصَلُّوْا جَمِيْعًا فَلْيَؤُمَّكُمْ أَحَدُكُمْ – رواه أحمد ومسلم والنسائي Dari Abdullah bin Masud, ia berkata, “Apabila kalian bertiga, salatlah secara berjama’ah, hendaklah salah seorang di antara kalian jadi imam.” H.r. Ahmad, Muslim, An-Nasai. عَنِ ابْنِ عُمَرَ قال : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً . متفق عليه . Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Salat berjama’ah itu mengungguli salat dengan 27 derajat’.” Muttafaq Alaih. 2. Hadis-hadis tentang makmum beralih menjadi imam ...

Khatib dan Imam Berbeda dalam Id dan Jum'at

" KHATIB DAN IMAM BERBEDA DALAM IED DAN JUM'AT " بسم الله الرحمن الرحيم Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah: MENGINGAT: عَنْ أَبِى مَسْعُودٍ الأَنْصَارِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ فَإِنْ كَانُوا فِى السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِى الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا وَلاَ يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِى سُلْطَانِهِ وَلاَ يَقْعُدْ فِى بَيْتِهِ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ ». رواه مسلم عن أَبَ ي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  قَالَ : « إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ » ( رواه البخاري ) عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِىُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ  يَخْطُبُ فَجَلَسَ فَقَالَ لَهُ « يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا - ثُمَّ قَالَ - إ...